Cara Mengisi Daya Mobil Listrik di SPKLU, Langkah demi Langkah
Panduan mengisi daya mobil listrik di SPKLU: cek konektor, scan QR atau tap RFID, pantau sesi, akhiri dengan benar, plus etika antre dan parkir di stasiun.

Daftar isi 7 bagian
Pertama kali mampir ke stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) sering terasa membingungkan. Ada beberapa jenis colokan, layar charger yang berbeda-beda, dan cara bayar yang tidak selalu sama. Kabar baiknya, setelah satu atau dua kali mencoba, prosesnya sesederhana mengisi bensin, bahkan lebih santai karena Anda bisa menunggu sambil minum kopi.
Panduan ini membahas urutan lengkapnya: dari merencanakan perjalanan, memastikan konektor cocok, memulai sesi, memantau pengisian, sampai mengakhiri sesi dan meninggalkan slot untuk pengemudi berikutnya.
1. Rencanakan sebelum berangkat
Pengisian yang lancar dimulai dari rumah. Sebelum berangkat, cek tiga hal:
- Lokasi stasiun. Cari stasiun di sepanjang rute. Aplikasi EVONE menampilkan info lokasi charger dan SPKLU dari berbagai operator, lengkap dengan tipe konektor dan daya.
- Ketersediaan. Bila aplikasi operator stasiun menampilkan status konektor, pilih yang berstatus tersedia (Available). Status Charging berarti sedang dipakai, sedangkan Faulted berarti ada gangguan dan sebaiknya dihindari.
- Tipe dan daya charger. Pastikan stasiun punya konektor yang cocok dengan mobil Anda, lalu perhatikan apakah charger itu AC atau DC dan berapa daya kW-nya. Informasi ini menentukan berapa lama Anda akan berhenti.
Jangan menunggu baterai hampir habis untuk mencari stasiun. Sisakan cadangan yang wajar, umumnya 15–20%, agar Anda masih punya pilihan bila stasiun pertama sedang penuh atau bermasalah.
Cek konektor yang cocok
Di Indonesia, konektor yang paling umum adalah Type 2 untuk pengisian AC dan CCS2 untuk pengisian cepat DC. Sebagian stasiun juga menyediakan CHAdeMO untuk mobil tertentu, dan sebagian kecil kendaraan memakai GB/T. Lihat port pengisian di mobil Anda atau buku manualnya untuk memastikan.
Jika Anda belum yakin perbedaan masing-masing, baca dulu panduan jenis konektor mobil listrik. Bila mobil Anda terdaftar di menu My EV pada aplikasi EVONE, tipe konektor dan kapasitas baterainya terisi otomatis dari katalog, sehingga lebih mudah dicocokkan dengan info charger.
2. Parkir dan mulai sesi
Siapkan mobil
Setelah tiba:
- Parkir di slot charging dengan posisi port pengisian dekat ke charger. Kabel DC umumnya tebal dan tidak terlalu panjang, jadi posisi parkir berpengaruh.
- Matikan mobil atau pindahkan ke mode parkir sesuai petunjuk pabrikan.
- Buka penutup port pengisian. Pada beberapa mobil, penutup port terkunci saat mobil terkunci, jadi buka kunci dulu.
- Periksa kabel dan kepala konektor secara visual. Jika ada bagian yang retak, terkelupas, basah, atau pin yang bengkok, jangan dipakai dan laporkan ke pengelola.
Scan QR atau tap RFID
Cara memulai sesi dan membayar ditentukan oleh operator yang mengelola stasiun. Gunakan aplikasi atau metode yang mereka sediakan; petunjuknya biasanya tertera di badan charger atau di layar. Secara umum ada dua pola:
Dengan aplikasi operator (scan QR):
- Pasang aplikasi operator stasiun dan pastikan saldo atau metode bayarnya siap.
- Colokkan konektor ke mobil sampai terdengar atau terasa terkunci.
- Buka aplikasi, pilih fitur scan, lalu arahkan kamera ke kode QR di charger.
- Pilih konektor yang Anda pakai bila charger punya lebih dari satu, lalu mulai sesi.
Dengan kartu RFID:
- Colokkan konektor ke mobil.
- Tempelkan kartu RFID yang terdaftar di operator tersebut ke area pembaca di charger.
- Tunggu hingga layar atau lampu indikator menandakan sesi dimulai.
Beberapa charger meminta Anda mencolokkan kabel lebih dulu, sebagian lagi meminta otorisasi lebih dulu. Ikuti petunjuk di layar charger. Jika sesi tidak mulai dalam satu atau dua menit, cabut lalu colokkan kembali dengan mantap, kemudian ulangi.
3. Pantau pengisian
Begitu sesi berjalan, Anda tidak harus menunggu di samping mobil. Banyak aplikasi operator menampilkan energi yang sudah masuk (kWh), durasi, dan biaya berjalan; layar di mobil juga menunjukkan persentase baterai (SoC).
Beberapa hal yang perlu diketahui saat memantau:
- Kecepatan tidak selalu konstan. Pada pengisian DC, daya umumnya tinggi saat baterai masih rendah, lalu menurun ketika baterai mendekati penuh. Ini normal dan dilakukan sistem mobil untuk menjaga baterai.
- Daya dibatasi pihak paling lambat. Charger DC 120 kW tidak akan mengisi lebih cepat dari batas daya DC maksimum yang diterima mobil Anda.
- Suhu baterai berpengaruh. Baterai yang terlalu panas (atau terlalu dingin) bisa membuat sistem mobil menurunkan daya pengisian.
Untuk pengisian cepat DC, banyak pengemudi berhenti di sekitar 80%. Di atas angka itu daya umumnya turun tajam, sehingga mengisi 20% terakhir bisa memakan waktu yang tidak sebanding dengan tambahan jaraknya. Penjelasan lengkapnya ada di artikel perbedaan AC dan DC charging.
4. Akhiri sesi dengan benar
Saat target pengisian tercapai:
- Hentikan sesi lewat aplikasi operator, tap kartu RFID kembali, atau tekan tombol stop di charger sesuai petunjuk.
- Tunggu sampai konektor tidak terkunci. Jangan menarik paksa kabel yang masih terkunci.
- Cabut konektor, gantung kembali di tempatnya, dan pastikan kabel tidak tergeletak di lantai.
- Tutup port pengisian mobil.
Simpan bukti pembayaran atau rincian sesi dari operator. Setelahnya, catat sesi itu (tanggal, lokasi, kWh, dan biaya) di Catatan EV, dan lampirkan foto nota bila ada, agar pengeluaran charging Anda tetap terlacak dari stasiun mana pun.
5. Etika antre dan parkir di stasiun
Stasiun pengisian adalah fasilitas bersama. Beberapa kebiasaan sederhana membuat pengalaman semua pengemudi lebih baik:
- Pindahkan mobil setelah selesai. Slot charging bukan tempat parkir. Begitu pengisian selesai, segera kembali dan pindahkan mobil.
- Jangan parkir di slot charging bila tidak mengisi daya, termasuk untuk mobil listrik yang baterainya sudah penuh.
- Isi secukupnya saat antrean panjang. Di charger DC yang ramai, cukup isi sampai level yang Anda butuhkan untuk tiba di tujuan atau stasiun berikutnya.
- Ikuti urutan antre dan jangan mencabut kabel mobil orang lain, meski terlihat sudah penuh.
- Rapikan kabel agar tidak tersandung atau terlindas kendaraan.
- Laporkan gangguan. Jika konektor rusak atau tidak bisa dipakai, laporkan ke pengelola agar segera diperbaiki dan pengemudi lain tidak ikut terjebak.
Jika terjadi kendala
Masalah paling umum dan langkah awal untuk mengatasinya:
| Kendala | Langkah awal |
|---|---|
| Sesi tidak mulai | Pastikan konektor terkunci sempurna, cek saldo atau metode bayar, lalu ulangi scan atau tap |
| Status konektor Faulted | Pilih konektor atau stasiun lain, laporkan ke pengelola |
| Pengisian berhenti sendiri | Cek aplikasi operator dan layar charger, lalu mulai ulang sesi bila aman |
| Daya terasa rendah | Wajar bila baterai hampir penuh atau panas; bandingkan dengan batas daya mobil |
| Konektor tidak bisa dicabut | Pastikan sesi sudah dihentikan dan mobil tidak terkunci, lalu coba lagi |
Jika kendala belum teratasi, hubungi layanan pelanggan operator stasiun; nomor atau kanal bantuannya biasanya tertera di charger atau aplikasinya.
Penutup
Mengisi daya di SPKLU pada dasarnya adalah tiga langkah: colokkan, otorisasi, lalu cabut setelah selesai. Yang membuat pengalaman benar-benar lancar adalah persiapan kecil di sekitarnya: memilih stasiun yang cocok, menyiapkan aplikasi atau kartu operatornya, memahami batas daya mobil, dan menjaga etika di stasiun.
Aplikasi EVONE membantu di sekitar proses itu: melihat info lokasi charger beserta tipe konektor dan dayanya sebelum berangkat, lalu mencatat setiap sesi di Catatan EV agar biaya charging Anda terkumpul rapi di satu tempat. Selamat mencoba di pengisian berikutnya.


