Jenis Konektor Mobil Listrik: Type 2, CCS2, CHAdeMO, dan GB/T
Kenali konektor mobil listrik Type 2, CCS2, CHAdeMO, dan GB/T: bentuk, daya, dan mana yang paling umum di Indonesia, lengkap dengan tabel perbandingan.

Daftar isi 7 bagian
Salah satu pertanyaan pertama calon pemilik mobil listrik adalah: "Apakah mobil saya bisa dicas di semua stasiun?" Jawabannya tergantung pada konektor. Seperti halnya steker listrik yang berbeda antarnegara, colokan mobil listrik juga punya beberapa standar. Memahami perbedaannya akan menghemat waktu saat mencari stasiun dan mencegah kejadian sudah tiba di lokasi tetapi kabelnya tidak cocok.
Artikel ini membahas empat konektor yang paling sering Anda temui, mana yang umum di Indonesia, dan cara memastikan konektor mobil Anda.
AC dan DC: dua jalur pengisian
Sebelum masuk ke jenis konektor, pahami dulu bahwa ada dua jalur pengisian:
- AC (arus bolak-balik). Listrik AC dari charger diubah menjadi DC oleh onboard charger di dalam mobil. Dayanya umumnya 7–22 kW. Dipakai di rumah, kantor, mal, dan hotel.
- DC (arus searah). Listrik sudah diubah menjadi DC di dalam unit charger, lalu langsung masuk ke baterai. Dayanya umumnya 50 kW ke atas. Dipakai untuk pengisian cepat di jalur perjalanan.
Sebagian standar konektor dirancang hanya untuk AC, sebagian hanya untuk DC, dan ada yang menggabungkan keduanya dalam satu port. Penjelasan lebih dalam tentang daya dan waktu pengisian ada di artikel perbedaan AC dan DC charging.
Empat konektor yang paling sering ditemui
Berikut ciri masing-masing konektor, dari yang paling umum di Indonesia.
Type 2 (Mennekes)
Type 2 adalah konektor AC dengan tujuh pin dan sisi atas yang rata. Standar ini dipakai luas di Eropa dan menjadi konektor AC yang paling umum di Indonesia.
- Jalur: AC
- Daya umum: sekitar 3,7–7,4 kW pada listrik satu fasa, hingga 22 kW pada listrik tiga fasa
- Tempat yang biasa ditemui: wallbox di rumah, charger di kantor, mal, hotel, dan sebagian SPKLU
Perlu diingat, daya AC yang benar-benar masuk dibatasi oleh onboard charger mobil. Charger AC 22 kW tidak akan mengisi lebih cepat dari 7 kW bila mobil Anda hanya menerima 7 kW.
CCS2 (Combined Charging System Type 2)
CCS2 adalah gabungan port Type 2 di bagian atas dengan dua pin DC besar di bagian bawah. Mobil dengan port CCS2 bisa menerima pengisian AC lewat kabel Type 2 biasa dan pengisian cepat DC lewat kabel CCS2 dalam satu lubang.
- Jalur: AC (lewat bagian Type 2) dan DC
- Daya DC umum: umumnya 50 kW ke atas, dan banyak charger modern menyediakan 100 kW lebih; ada juga unit DC berdaya lebih kecil
- Tempat yang biasa ditemui: SPKLU pengisian cepat di kota dan jalur antarkota
Di Indonesia, CCS2 adalah konektor DC yang paling banyak dipakai mobil listrik baru, sehingga menjadi pasangan alami bagi Type 2.
CHAdeMO
CHAdeMO adalah standar pengisian cepat DC yang dikembangkan di Jepang. Bentuknya bulat besar dengan tuas pengunci, dan biasanya mobil dengan CHAdeMO memiliki port AC terpisah di sebelahnya.
- Jalur: DC
- Daya umum: banyak unit di lapangan bekerja di kisaran hingga sekitar 50 kW
- Tempat yang biasa ditemui: sebagian SPKLU, sering sebagai konektor kedua pada charger DC
CHAdeMO dipakai antara lain oleh Nissan Leaf generasi pertama dan kedua. Jumlah mobil baru yang memakainya terus berkurang, tetapi sejumlah SPKLU masih menyediakannya untuk melayani kendaraan yang sudah beredar.
GB/T
GB/T adalah standar nasional Tiongkok dan memiliki dua versi berbeda: GB/T AC dan GB/T DC. Konektor GB/T AC sekilas mirip Type 2, tetapi tidak kompatibel; GB/T DC memakai colokan terpisah yang lebih besar.
- Jalur: AC dan DC (port dan kabel terpisah)
- Daya umum: bervariasi tergantung charger dan kendaraan
- Tempat yang biasa ditemui: kendaraan tertentu yang mengikuti standar Tiongkok, serta sebagian kecil charger
Karena banyak merek mobil listrik dari Tiongkok masuk ke Indonesia, wajar bila Anda bertanya tentang GB/T. Dalam praktiknya, banyak model yang dipasarkan resmi di Indonesia sudah disesuaikan ke Type 2 dan CCS2. Tetap periksa spesifikasi mobil Anda, terutama untuk kendaraan impor yang tidak melalui jalur resmi.
Tabel perbandingan
| Konektor | Jalur | Daya umum | Keberadaan di Indonesia |
|---|---|---|---|
| Type 2 | AC | sekitar 3,7–22 kW | Paling umum untuk AC |
| CCS2 | AC + DC | umumnya 50 kW ke atas (DC) | Paling umum untuk DC |
| CHAdeMO | DC | hingga sekitar 50 kW | Ada di sebagian SPKLU |
| GB/T | AC dan DC terpisah | Bervariasi | Terbatas, kendaraan tertentu |
Angka di atas adalah kisaran umum. Daya aktual selalu bergantung pada spesifikasi charger dan mobil.
Bagaimana dengan Type 1 dan konektor lain?
Anda mungkin juga mendengar Type 1 (J1772), konektor AC lima pin yang umum di Amerika Utara dan Jepang. Konektor ini jarang ditemui di Indonesia, tetapi bisa ada pada mobil impor tertentu. Ada pula standar milik produsen tertentu di pasar lain. Prinsipnya sama: lihat port mobil Anda, lalu cari charger yang cocok.
Penyediaan konektor di SPKLU Indonesia mengikuti ketentuan PLN dan regulasi ESDM tentang SPKLU. Dalam praktiknya, kombinasi Type 2 untuk AC dan CCS2 untuk DC adalah yang paling mudah ditemui.
Cara memastikan konektor mobil Anda
Ada beberapa cara cepat:
- Lihat port pengisian. Buka penutup port dan cocokkan bentuknya dengan deskripsi di atas. Port CCS2 mudah dikenali karena ada bagian Type 2 di atas dan dua lubang besar di bawah.
- Baca buku manual atau spesifikasi resmi. Biasanya tercantum jenis konektor serta daya maksimum AC dan DC.
- Daftarkan mobil di aplikasi. Di menu My EV pada aplikasi EVONE, pilih merek dan model dari katalog. Tipe konektor dan kapasitas baterai terisi otomatis, sehingga Anda tidak perlu menghafalnya.
Setelah itu, saat melihat info lokasi charger di aplikasi, perhatikan tipe konektor, AC atau DC, dan daya kW di setiap stasiun sebelum memilih tujuan.
Soal adaptor
Adaptor memang ada, misalnya untuk menghubungkan kabel AC dengan standar berbeda. Namun berhati-hatilah:
- Gunakan hanya adaptor bersertifikat dari produsen tepercaya.
- Hindari adaptor rakitan, terlebih untuk pengisian DC berdaya tinggi. Arus besar pada sambungan yang tidak tepat bisa menimbulkan panas berlebih.
- Ingat bahwa adaptor tidak menaikkan daya. Kecepatan tetap mengikuti batas terendah antara charger, kabel, dan mobil.
- Periksa apakah penggunaan adaptor memengaruhi garansi kendaraan.
Penutup
Untuk sebagian besar pengemudi di Indonesia, kuncinya sederhana: mobil dengan port CCS2 bisa memakai charger AC Type 2 untuk pengisian harian dan charger DC CCS2 untuk pengisian cepat. Pemilik mobil CHAdeMO atau GB/T perlu sedikit lebih teliti saat memilih stasiun.
Daftarkan kendaraan Anda di aplikasi EVONE agar data konektor tersimpan, lalu gunakan info lokasi charger dari berbagai operator untuk melihat tipe konektor dan daya sebelum berangkat. Dengan begitu, Anda lebih yakin tiba di stasiun yang cocok.


