Teknologi

Perbedaan AC dan DC Charging: Daya, Waktu, dan Dampak ke Baterai

AC atau DC charging? Pahami beda daya, perkiraan waktu pengisian, kapan sebaiknya memakai masing-masing, dan dampaknya ke baterai mobil listrik Anda.

Ilustrasi sampul: Perbedaan AC dan DC Charging: Daya, Waktu, dan Dampak ke Baterai
Daftar isi 7 bagian

Di peta stasiun pengisian, Anda akan melihat dua label yang terus berulang: AC dan DC. Keduanya sama-sama mengisi baterai, tetapi caranya, kecepatannya, dan situasi idealnya berbeda. Memahami perbedaan ini membantu Anda memilih charger yang tepat, memperkirakan waktu berhenti, dan menjaga baterai tetap sehat dalam jangka panjang.

Dasarnya: baterai selalu menyimpan arus DC

Baterai mobil listrik hanya bisa menyimpan energi dalam bentuk arus searah (DC). Sementara itu, listrik dari jaringan PLN berupa arus bolak-balik (AC). Artinya, di suatu titik listrik harus diubah dari AC ke DC. Perbedaan utama AC charging dan DC charging terletak pada di mana perubahan itu terjadi.

  • AC charging: listrik AC masuk ke mobil, lalu diubah menjadi DC oleh onboard charger (OBC) di dalam mobil.
  • DC charging: listrik diubah menjadi DC oleh perangkat besar di dalam unit charger, lalu dialirkan langsung ke baterai tanpa melewati OBC.

Karena ukuran dan pendinginan OBC di dalam mobil terbatas, daya AC juga terbatas. Unit DC charger tidak punya batasan ruang yang sama, sehingga bisa memberikan daya jauh lebih besar.

Perbandingan singkat

Aspek AC Charging DC Charging
Lokasi konversi Di dalam mobil (OBC) Di dalam unit charger
Daya umum sekitar 3,7–22 kW (paling sering 7–11 kW) umumnya 50 kW ke atas
Konektor umum di Indonesia Type 2 CCS2, sebagian CHAdeMO
Tempat khas Rumah, kantor, mal, hotel SPKLU jalur kota dan antarkota
Cocok untuk Parkir lama, pengisian harian Berhenti singkat, perjalanan jauh
Biaya perangkat Relatif terjangkau Jauh lebih tinggi

Untuk konektor dan bentuknya, lihat artikel jenis konektor mobil listrik.

Siapa yang membatasi kecepatan?

Kecepatan pengisian selalu mengikuti batas terendah di antara charger, kabel, dan mobil. Dua contoh yang sering membingungkan:

  • Di charger AC 22 kW, mobil dengan OBC 7 kW hanya akan mengisi sekitar 7 kW. Charger yang lebih besar tidak membantu.
  • Di charger DC 120 kW, mobil yang daya DC maksimumnya 60 kW hanya akan menerima paling tinggi sekitar 60 kW.

Selain itu, pada DC charging daya tidak konstan. Sistem manajemen baterai (BMS) mobil mengatur kurva pengisian: daya tinggi saat baterai masih rendah, lalu turun bertahap ketika mendekati penuh. Suhu baterai juga ikut menentukan. Baterai yang terlalu panas atau terlalu dingin membuat BMS menurunkan daya demi keamanan.

Cara menghitung perkiraan waktu

Rumus dasarnya sederhana:

Waktu (jam) ≈ energi yang diisi (kWh) ÷ daya pengisian efektif (kW)

Energi yang diisi = kapasitas baterai × selisih persentase SoC. Misalnya, mengisi baterai 60 kWh dari 20% ke 80% berarti mengisi 60 × 60% = 36 kWh.

Dalam praktik, waktu nyata biasanya sedikit lebih lama karena ada rugi-rugi konversi (pada AC umumnya sekitar 10%, bisa lebih pada daya rendah), daya DC yang menurun di SoC tinggi, dan pengaruh suhu.

Contoh estimasi waktu

Tabel berikut memakai contoh baterai 60 kWh, diisi dari 20% ke 80% (36 kWh). Semua angka adalah perkiraan kasar untuk ilustrasi, bukan janji waktu untuk mobil tertentu.

Daya pengisian Hitungan dasar Perkiraan waktu nyata
AC 3,7 kW 36 ÷ 3,7 ≈ 9,7 jam sekitar 10–11 jam
AC 7 kW 36 ÷ 7 ≈ 5,1 jam sekitar 5,5–6 jam
AC 11 kW 36 ÷ 11 ≈ 3,3 jam sekitar 3,5–4 jam
DC 50 kW 36 ÷ 50 ≈ 43 menit sekitar 45–60 menit
DC 100 kW 36 ÷ 100 ≈ 22 menit sekitar 25–40 menit, tergantung batas mobil

Untuk mobil Anda sendiri, cukup ganti kapasitas baterai dan daya efektifnya. Pada pengisian AC, daya efektif adalah angka terkecil antara daya charger dan OBC mobil. Pada DC, gunakan daya rata-rata yang biasanya lebih rendah dari daya puncak.

Kapan memakai AC, kapan memakai DC?

Pilih AC bila

  • Mobil akan terparkir lama: semalaman di rumah, seharian di kantor, atau beberapa jam di mal dan hotel.
  • Anda ingin biaya energi lebih hemat. Tarif pengisian AC, terutama di rumah, umumnya lebih rendah dibanding pengisian cepat DC.
  • Kebutuhan harian Anda tidak jauh. Bagi kebanyakan pengemudi kota, pengisian AC rutin sudah mencukupi.

Bila Anda tertarik mengisi daya di rumah, lihat halaman charging di rumah untuk gambaran persiapan dan layanannya.

Pilih DC bila

  • Anda sedang dalam perjalanan jauh dan perlu tambahan jarak dalam waktu singkat.
  • Tidak ada akses charger AC di rumah atau kantor, sehingga pengisian harus dilakukan saat singgah.
  • Jadwal padat, misalnya pengemudi armada atau driver online yang harus kembali beroperasi secepatnya.

Kebiasaan yang umum dan masuk akal: isi DC sampai sekitar 80%, lalu lanjutkan perjalanan. Di atas 80%, daya DC biasanya turun tajam sehingga waktu tambahan tidak sebanding dengan jarak yang didapat.

Dampak ke baterai

Pertanyaan yang sering muncul: apakah DC charging merusak baterai? Jawaban singkatnya, pemakaian DC sesekali adalah hal normal dan sudah diperhitungkan oleh produsen. BMS mobil mengatur daya, suhu, dan tegangan agar tetap dalam batas aman.

Yang perlu diperhatikan adalah pola jangka panjang:

  • Panas adalah faktor utama. DC charging berdaya tinggi menghasilkan panas lebih banyak. Bila dilakukan berulang kali setiap hari, terutama di cuaca panas dan pada SoC tinggi, degradasi baterai bisa lebih cepat dibanding pengisian AC.
  • SoC tinggi menambah tekanan. Mengisi sampai 100% dengan DC lalu membiarkan mobil terparkir lama dalam kondisi penuh tidak ideal bagi kesehatan baterai.
  • AC lebih lembut. Daya yang lebih kecil membuat baterai relatif lebih dingin, sehingga cocok sebagai pengisian utama sehari-hari.

Komposisi yang sehat untuk kebanyakan pengemudi adalah AC sebagai pengisian rutin, DC untuk kebutuhan perjalanan atau saat mendesak. Tips lengkap menjaga baterai ada di artikel tips merawat baterai mobil listrik.

Peran aplikasi dan data

Memahami teori itu penting, tetapi data dari pengisian Anda sendiri lebih berguna. Di aplikasi EVONE, info lokasi charger dari berbagai operator menampilkan tipe AC atau DC, daya kW, dan tipe konektor, sehingga Anda bisa memilih sesuai kebutuhan. Setelah mengisi daya, catat kWh, durasi, dan biayanya.

Dari waktu ke waktu, catatan pengisian di Catatan EV memperlihatkan pola Anda: seberapa sering memakai DC, berapa rata-rata energi per sesi, dan, bila Anda rutin mencatatnya, bagaimana kesehatan baterai berkembang. Dengan begitu, keputusan AC atau DC tidak lagi berdasarkan tebakan, tetapi pada kebiasaan nyata Anda.

Penutup

AC dan DC bukan soal mana yang lebih baik, melainkan mana yang tepat untuk situasi tertentu. AC cocok untuk parkir lama dan pengisian harian yang hemat, sedangkan DC menjadi andalan ketika waktu terbatas atau perjalanan jauh. Dengan rumus sederhana kapasitas dibagi daya, Anda bisa memperkirakan waktu pengisian sendiri, lalu menyesuaikan rencana perjalanan dengan lebih tenang.

#AC Charging#DC Fast Charging#Baterai